Reformasi dan Tragedi Mei 1998

Peringatan 19 tahun tragedi yang mencabik hati yaitu pelanggaran HAM berat terjadi. Tragedi trisakti pada 12 Mei 1998 dan kerusuhan 13-15 Mei 1998 terukir dengan sangat kuat dibenak masyarakat dan keluarga para korban. Banyaknya pelanggaran HAM seblumnya. Harapannya pelanngaran HAM Mei 1998 ini adalah pelanggaran HAM terakhir di Indonesia.

Kronologi Tragedi Mei 1998

Setelah sidang umum MPR pada maret 1998. Terpilihlan Suharto dan B.J. Habibi sebagai wakil presiden pada masa jabatan 1998-2003. Presiden Suharto membentuk Kabinet Pembangunan VII. Hal ini membuat terciptanya KKN dimana-mana, krisis moneter sehingga harga sembako naik. Keprihatinan mahasiswa terhadap keadaan membuat mahasiswa mengadakan aksi keprihatinan berbentuk demonstrasi.

12 Mei 1998 mahasiswa Universitas Trisakti lakukan aksi unjuk rasa sehingga terjadi bentrokan dengan pengamanan kepolisian. Sehingga menewaskan empat orang mahasisaw Universitas Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hafidhin A Royan, dan Herdiawan Sie puluhan mahasisawalainnya mengalami luka

Pada 13-14 Mei ratuasan orang meningal duni padaperistiea ini. Di jakarta terjadi penjarahan harta benda kemudia rumah-rumah pada dibakaari. Tak sedikit yang mati terbahar di dalam rumah-rumah dan toko-toko mereka.

Pada 19 Mei 1998 Mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia berhasil menduduki kantor MPR/DPR kemudian pesiden dianjurkan untuk mengundurkan diri sebagai presiden yang disampaikan olek ketua MPR/DPR RI. Pada tanggal 20 Mei Presiden Suarto mengompulkan ulama dan tokoh masyarakat untuk membentuk dewan revormasi yang diketuai oleh presiden Suharto

Pada 21 Mei 1998 Presiden Suharto mengundurkan diri dan menyerahkan jababatan pesiden kepada B.J. Habibi.

Peringatan 19 Tahun Tragedi 1998 Dihadiri oleh Mantan Presiden BJ Habibi.

Di lokasi pemakan masal korban Mei 98 TPU Pondok Ragon. Mantan Presiden ketiga RI bapak B.J. Habibi dalam pidatonya menyatakn harapannya agar tidak pernah lagi terjadi pelanggaran HAM. Cukup pelanggaran HAM terakhir kali terjadi pada Mei 1998 saja. Terlalu besar rasa sakit yang tecipta pada tragedi ini. Habibi juga menyatakan akan menyerahkan berkas-berkas tragedi 98 kepada presiden Joko Widodo. Habibi berpesan kepada keluarga Togel online para korban untuk bersabar atas penangan kasus ini yang belum mendapatkan titik temu.

Mantan Presiden RI ke-3 B.J. Habibi memang seorangyang tidak menyukai kekerasan dan ketidak adilan. Menurutnya kasus pelanggaran Ham ini tidak bisa diselesiakan dimasa beliau menjabat karena akan berakibat fatal yaitu perpecahan. Pada masa itu adalah masa transisi. Apabila dipaksakan maka akan terjadi pemisahn diri seperti Uni Soviet.

Tragedi trisakti 1998 dilatarbelakangi oleh banyak kepentingan. Kepentingan politik dan kepentingan perseorangan dan ketidakharmonisan hubungan dengan etnik Tionghoa. Kepentingan melanggengkan kekuasaan dan kepentingan para aparat seperti Wiranto dan Prabowo yang saat itu merupakan anggota TNI.

Banyaknya kasus pelanggaran Ham di Indonesia sejak sebelum tragedi 1998. Kasus-kasus pelanggaran HAM berat dan belum terselesaikan bahkan bisa jadi tidak akan terselesaikan karena pelakunya bisa jadi para petinggi-petinggi nengri yang saling mengejar kekuasaan dan pamor penguasa.

Kepentingan pribadi yang masih sering dikedepankan oleh oknum-oknum untuk mendapatkan yang diinginkan. Seperti saat ini masih rasa menjamur korupsi di negri ini. Sejak Presiden Suharto hingga sekarang korupsi tak kunjung musnah.

Banyak pemutarblikkan fakta, lobi-lobo politik. Saling menguntungkan bergabung yang tidak di serang. Masih banyak carut-marut yang terjadi di negri ini, terorisme, kriminalitas pembunuhan semakin tinggi, intensitas perampokan dan pencurian semakin meraja lela.